Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kemendikdasmen Gelontorkan Rp 13,3 Miliar: Suntikan Vital Pemulihan Pendidikan Aceh-Sumbar

2025-12-04 | 05:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T22:49:44Z
Ruang Iklan

Kemendikdasmen Gelontorkan Rp 13,3 Miliar: Suntikan Vital Pemulihan Pendidikan Aceh-Sumbar

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengalokasikan dana sebesar Rp 13,3 miliar untuk mendukung upaya pemulihan sektor pendidikan di Aceh dan Sumatera Barat, serta Sumatera Utara, menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda ketiga provinsi tersebut. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa dana ini merupakan langkah awal untuk memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar bagi para peserta didik yang terdampak.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi telah menyebabkan 753 orang meninggal dunia berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Desember 2025, dengan puluhan ribu jiwa lainnya terdampak. Sebagai respons, Kemendikdasmen tidak hanya menyediakan alokasi dana, tetapi juga berkoordinasi intensif dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk mendata sekolah dan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan. Pendataan ini krusial mengingat akses menuju sejumlah lokasi bencana masih dalam tahap pemulihan.

Selain penyediaan anggaran, Kemendikdasmen juga menyiapkan berbagai peralatan sekolah dan bantuan pendukung pembelajaran lainnya untuk para murid terdampak. Menteri Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya memastikan anak-anak tetap bisa belajar, bahkan jika harus dilakukan di tenda pengungsian. Program pemulihan juga mencakup pemberian layanan pendampingan psikososial bagi murid-murid yang mengalami trauma akibat bencana, yang menjadi prioritas utama.

Dalam upaya menghimpun solidaritas publik, Kemendikdasmen turut membuka penggalangan dana melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kemendikdasmen. Menteri Abdul Mu'ti mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk bergotong royong membantu para korban. Lebih lanjut, Kemendikdasmen juga berencana memprioritaskan sekolah-sekolah yang terdampak bencana untuk mendapatkan program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2026.