Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Nabi Idris AS: 9 Mukjizat Luar Biasa, Peran Malaikat, dan Warisan Tulisan Pertama Dunia

2025-12-01 | 19:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T12:55:10Z
Ruang Iklan

Nabi Idris AS: 9 Mukjizat Luar Biasa, Peran Malaikat, dan Warisan Tulisan Pertama Dunia

Nabi Idris AS, nabi kedua setelah Nabi Adam AS, dihormati dalam Islam sebagai sosok yang dianugerahi kecerdasan luar biasa dan kemajuan peradaban. Nama aslinya adalah Akhnukh (Henokh), dan beliau dijuluki Idris karena kegemarannya belajar dan mentadarus (mempelajari) kitab Allah SWT. Keturunan keenam dari Nabi Adam ini hidup sekitar 1.000 tahun setelah Nabi Adam wafat, dan diyakini sempat bertemu dengan Nabi Adam. Nabi Idris dikenal sebagai sahabat para malaikat dan penemu berbagai ilmu, terutama tulisan. Berikut adalah sembilan mukjizat dan keistimewaan yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Idris AS:

Pertama, Nabi Idris AS merupakan manusia pertama yang mampu menulis dan membaca dengan pena. Kemampuan ini menjadi tonggak penting dalam peradaban manusia untuk mendokumentasikan ilmu pengetahuan.

Kedua, beliau menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang luas, termasuk matematika, astronomi (ilmu perbintangan atau falak), dan medis. Nabi Idris bahkan diyakini sebagai orang pertama yang meneliti pergerakan bintang serta menetapkan berat dan ukuran. Ia juga dianggap pelopor dalam bidang matematika sekitar tahun 3000 SM dan mampu menangkap isyarat banjir besar melalui tanda langit.

Ketiga, Nabi Idris adalah manusia pertama yang menemukan teknik menjahit pakaian. Sebelumnya, manusia hanya mengenakan pakaian dari kulit binatang. Beliau pandai membuat, merancang, menggunting, dan menjahit pakaian.

Keempat, Allah SWT menurunkan 30 lembaran suhuf (kitab suci berbentuk lembaran) kepada Nabi Idris, yang berisi petunjuk dan ajaran untuk disampaikan kepada kaumnya. Ini menjadikannya salah satu nabi penerima wahyu dalam bentuk lembaran tidak sempurna.

Kelima, Nabi Idris diangkat ke tempat (martabat) yang tinggi oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Maryam ayat 56-57. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bertemu Nabi Idris di langit keempat saat peristiwa Isra Mikraj. Ibnu Katsir menjelaskan ayat tersebut merujuk pada ketinggian martabat Nabi Idris AS.

Keenam, beliau memiliki kedekatan istimewa dengan para malaikat, bahkan bersahabat dengan Malaikat Izrail, malaikat pencabut nyawa. Dikisahkan, Malaikat Izrail pernah meminta izin kepada Allah untuk mengunjungi Nabi Idris dalam wujud manusia karena kekagumannya.

Ketujuh, atas izin Allah, Nabi Idris diberi kesempatan untuk merasakan sakaratul maut dan kemudian dihidupkan kembali. Ini terjadi atas permohonannya sendiri kepada Malaikat Izrail.

Kedelapan, Nabi Idris juga diizinkan melihat surga dan neraka. Setelah menyaksikan neraka Jahanam dan keindahan surga, Nabi Idris ingin menetap di surga, dan atas kesalehannya, Allah mengabulkannya.

Kesembilan, Nabi Idris dianugerahi keberanian dan kegagahan yang luar biasa, sehingga beliau dijuluki "Asad al-Usud" atau "Singa dari Segala Singa". Julukan lain adalah "Harmasu al-Haramisah", yang berarti ahlinya perbintangan. Beliau dikenal gigih dan sabar dalam berdakwah kepada kaumnya, Bani Qabil, yang awalnya menyembah api. Ketekunan beliau dalam beribadah, bahkan berpuasa sepanjang masa dan beribadah sepanjang malam dalam beberapa riwayat, juga meninggikan derajatnya.