Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Panduan Doa Menyembelih Qurban Lengkap: Untuk Diri Sendiri dan Sesama

2025-12-02 | 02:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T19:50:53Z
Ruang Iklan

Panduan Doa Menyembelih Qurban Lengkap: Untuk Diri Sendiri dan Sesama

Ibadah qurban merupakan salah satu syiar Islam yang dilaksanakan pada Hari Raya Iduladha dan hari-hari Tasyrik. Pelaksanaan penyembelihan hewan qurban memerlukan perhatian pada beberapa aspek penting, termasuk doa yang diucapkan, baik saat menyembelih hewan qurban untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Membaca doa adalah bagian integral dari proses penyembelihan untuk memastikan keabsahan dan keberkahan ibadah.

Saat menyembelih hewan qurban untuk diri sendiri, doa yang dianjurkan adalah: “Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim.” Doa ini memiliki arti, “Ya Allah, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya, Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.” Lafaz lain yang juga dapat digunakan adalah: "Bismillaah, wallaahu akbar. Allaahumma minka wa laka. Allaahumma taqabbal minnii." yang berarti "Dengan nama Allah (aku menyembelih), Allah Maha-besar. Ya Allah, (ternak ini) dari-Mu (nikmat yang Engkau berikan, dan kami sembelih) untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dariku."

Sementara itu, untuk menyembelih hewan qurban atas nama orang lain, doa yang diucapkan sedikit berbeda dengan menyebut nama pemilik qurban. Doanya adalah: “Bismillah wallahu akbar, Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min (nama pemilik qurban).” Artinya, "Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, maka terimalah dari (nama pemilik kurban)." Untuk qurban yang diniatkan bagi tujuh orang, seperti pada sapi atau kerbau, doa yang dibacakan juga dapat disesuaikan dengan menyebutkan nama-nama pekurban tersebut. Lafaz lain yang bisa digunakan adalah: “Bismillahi allahumma wallahu akbar. Allahumma hadza minka walaka, hadza 'an [sebutkan nama orang yang berkurban].” Artinya: “Dengan menyebut nama Allah, Dia-lah yang Maha Besar. Ya Allah, (hewan kurban ini) berasal dari-Mu dan untuk-Mu. Hewan kurban ini berasal dari [menyebutkan nama orang yang berkurban].” Penting untuk memulai penyembelihan dengan membaca "Bismillah" diikuti sholawat kepada Rasulullah SAW, "Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, wa ala ali sayyidina muhammad", dan takbir sebanyak tiga kali serta tahmid satu kali, "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, walillahil hamd".

Selain doa, tata cara penyembelihan hewan qurban juga harus mengikuti syariat Islam. Hal ini meliputi penggunaan pisau atau alat penyembelihan yang sangat tajam, menghadap hewan ke arah kiblat, tidak memperlihatkan penyembelihan kepada hewan lain, dan memastikan pemotongan dilakukan dengan memutus tenggorokan, kerongkongan, serta dua urat nadi di leher dalam satu kali sayatan yang cepat dan tepat. Disunahkan juga untuk memberikan minum kepada hewan qurban sebelum disembelih sebagai bentuk ihsan.

Mengenai niat qurban, tidak ada lafaz khusus yang wajib diucapkan. Niat dapat dilakukan di dalam hati. Contoh niat yang bisa dilafalkan dalam hati adalah: "Nawaitu an udhahhi lillaahi ta'ala," yang berarti "Sahaja aku melakukan korban sunat, karena Allah Ta'ala." Niat ini krusial karena menentukan apakah sembelihan tersebut dianggap sebagai qurban atau hanya sembelihan biasa. Waktu berniat bisa dilakukan saat mengasingkan hewan, saat akad jual beli, saat menyembelih sendiri, atau saat hewan disembelih oleh wakil.

Dengan memahami dan mengamalkan doa serta tata cara yang benar, diharapkan ibadah qurban dapat dilaksanakan secara sempurna dan diterima oleh Allah SWT, membawa keberkahan bagi pekurban dan manfaat bagi umat yang membutuhkan.