
Pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 2025 telah resmi dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Peserta dapat mulai memeriksa status kelulusan mereka sejak tanggal 22 Oktober 2025.
Bagi para pendaftar, hasil seleksi administrasi dapat diakses melalui surel masing-masing yang digunakan saat pendaftaran, serta melalui akun beasiswa di laman resmi beasiswa.kemendikdasmen.go.id. Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikdasmen, melalui akun Instagram @puslapdik_dikbud, juga telah mengonfirmasi bahwa seleksi administrasi untuk BPI guru dan calon guru D4/S1 telah diumumkan.
Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap administrasi ini akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya, yaitu seleksi substansi dan wawancara. Tahap ini krusial untuk menilai kompetensi akademik, motivasi belajar, serta komitmen para calon penerima beasiswa terhadap dunia pendidikan.
Beasiswa BPI GTK 2025 merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kualifikasi guru dan calon guru di Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan formal ke jenjang D4/S1. Program ini mencakup berbagai program studi, seperti pendidikan PAUD, pendidikan SD, pendidikan luar biasa, pendidikan jasmani, bimbingan dan konseling untuk calon guru, serta guru SMA/SMK dan guru kejuruan yang ingin melanjutkan studi melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pendanaan beasiswa ini bersumber dari dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Selain biaya pendidikan, bagi calon guru, beasiswa ini juga mencakup biaya pendukung, sementara untuk kategori guru aktif hanya mencakup biaya pendidikan. Peserta diimbau untuk selalu memantau notifikasi email dan akun beasiswa secara berkala untuk mendapatkan informasi terkini terkait tahapan selanjutnya. Kemendikdasmen juga mengingatkan agar peserta mewaspadai pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan melalui jalur khusus, karena seluruh proses seleksi BPI tidak dipungut biaya apa pun. Bagi peserta yang belum berhasil lolos tahun ini, pemerintah mendorong untuk tetap semangat dan terus meningkatkan kompetensi di bidang pendidikan.