Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rp 12 T untuk Riset Kampus: Pacu Inovasi Pangan & Energi Nasional

2026-01-17 | 22:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T15:20:09Z
Ruang Iklan

Rp 12 T untuk Riset Kampus: Pacu Inovasi Pangan & Energi Nasional

Pemerintah Indonesia menaikkan alokasi dana riset perguruan tinggi secara signifikan menjadi Rp 12 triliun per tahun, menyusul penambahan anggaran sebesar Rp 4 triliun. Keputusan ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 15 Januari 2026, setelah pertemuan dengan 1.200 rektor dan guru besar di Istana Kepresidenan Jakarta. Dana tambahan ini diprioritaskan untuk memperkuat penelitian di bidang ketahanan pangan dan energi, serta mendukung program industrialisasi dan hilirisasi nasional.

Sebelumnya, anggaran riset perguruan tinggi nasional hanya mencapai Rp 8 triliun, atau setara dengan 0,34 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), angka yang dianggap jauh di bawah standar global. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa penekanan Presiden adalah pada riset yang dapat mengejar swasembada pangan dan energi, serta mempersiapkan industrialisasi dan hilirisasi besar-besaran yang akan dimulai tahun ini. Ini mencakup 18 proyek strategis nasional di bawah naungan Danantara, termasuk pengembangan industri waste to energy dan hilirisasi mineral.

Langkah peningkatan pendanaan ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mengatasi tantangan multidimensional terkait ketahanan pangan dan energi. Indonesia menghadapi persoalan kompleks seperti ketergantungan impor komoditas tertentu, dampak perubahan iklim global, dan inefisiensi struktural di pasar pangan. Sejak lama, pangan dan energi telah menjadi fokus dalam Prioritas Riset Nasional (PRN) periode sebelumnya, seperti 2020-2024, yang bertujuan untuk mencapai kemandirian dalam kedua sektor tersebut.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa tambahan anggaran ini merupakan amanat besar bagi dunia pendidikan tinggi untuk berkontribusi signifikan terhadap kemajuan bangsa. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menambahkan bahwa dana riset akan diarahkan untuk mendukung penelitian di sektor pangan guna penguatan ketahanan pangan nasional, termasuk swasembada beras, jagung, bawang putih, kedelai, serta produk protein hewani. Selain itu, riset di bidang energi akan memfokuskan pada pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Implikasi dari peningkatan dana riset ini diharapkan mampu mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif menciptakan inovasi nyata yang berdampak langsung pada pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja. Fokus riset dialihkan dari sains murni ke riset berbasis dampak, teknologi strategis, pemberdayaan masyarakat, dan transformasi industri. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, sebelumnya telah mencatat bahwa anggaran riset di kementeriannya meningkat drastis hingga 218 persen pada tahun 2025 dibandingkan 2024, menunjukkan tren penguatan pendanaan. Tantangan ke depan adalah memastikan efektivitas penyaluran dana dan optimalisasi hasil riset agar benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan solusi konkret bagi kebutuhan strategis negara. Pemerintah juga akan meningkatkan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) hingga 80 persen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor prioritas ini.