Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terkuak Sisi Jorok Pemandian Pompeii: Airnya Stagnan Tak Pernah Diganti

2026-01-18 | 22:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-18T15:47:14Z
Ruang Iklan

Terkuak Sisi Jorok Pemandian Pompeii: Airnya Stagnan Tak Pernah Diganti

Sebuah studi geoarkeologi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS mengungkap kondisi sanitasi yang mengkhawatirkan pada pemandian umum tertua di Pompeii, khususnya Pemandian Republik, yang beroperasi sekitar 130 SM. Analisis endapan karbonat atau kerak kapur pada sistem air, termasuk sumur, pipa, dan kolam, menunjukkan bahwa air di fasilitas tersebut jarang diganti, bahkan hanya sekali sehari, dan terkontaminasi limbah manusia serta logam berat.

Penelitian yang dipimpin oleh geoarkeolog Dr. Gül Sürmelihindi dari Universitas Johannes Gutenberg Mainz, Jerman, menantang persepsi umum mengenai standar kebersihan Romawi kuno. "Sangat mungkin bahwa pengalaman mandi di fasilitas pemandian kecil ini mungkin tidak higienis dan karenanya tidak terlalu menarik," kata Dr. Sürmelihindi kepada Live Science. Analisis isotop pada endapan menunjukkan penurunan tajam nilai isotop karbon dari sumur ke kolam pemandian, mengindikasikan kontaminasi oleh limbah manusia seperti keringat dan urine. Selain itu, endapan juga memperlihatkan tingkat tinggi timbal, seng, dan tembaga, yang kemungkinan berasal dari sistem perpipaan dan air tanah yang terkontaminasi endapan vulkanik.

Sebelum pembangunan saluran air (akuaduk) pada abad ke-1 Masehi, Pemandian Republik diisi dengan air sumur dan tangki menggunakan mesin pengangkat air yang dioperasikan oleh budak. Proses ini merupakan tugas yang lambat dan berat, dengan kapasitas sekitar 3.200 liter per jam, yang membatasi frekuensi penggantian air. Dr. Sürmelihindi menyatakan, "Dalam kondisi ini, saya memperkirakan air akan kurang bersih." Oleh karena itu, kondisi kebersihan di pemandian tersebut "tidak memenuhi standar higienis tinggi yang biasanya dikaitkan dengan bangsa Romawi."

Implikasi dari penemuan ini sangat signifikan, mengubah pemahaman tentang kehidupan sehari-hari dan praktik kebersihan di Pompeii pada periode pra-Romawi. Sementara pemandian Romawi modern sering digambarkan sebagai pusat sosial dan kebersihan yang canggih, temuan di Pemandian Republik Pompeii menunjukkan realitas yang jauh berbeda pada masa-masa awalnya. Historian Alexander Meddings, meskipun tidak terlibat dalam penelitian, menggambarkan pemandian kuno sebagai tempat yang menjijikkan menurut standar modern, di mana para pengunjung buang air kecil di kolam dan menggosok kulit mati, menyisakan "lapisan busa mengambang". Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi para pengguna pemandian, mengingat air yang tidak mengalir dan tercemar merupakan media ideal bagi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air.

Kualitas air dan kondisi higienis di Pompeii kemudian mengalami perbaikan drastis setelah pembangunan akuaduk pada abad ke-1 Masehi. Akuaduk tersebut menyediakan pasokan air bersih yang melimpah dari mata air alami sekitar 35 kilometer timur laut kota, memungkinkan penggantian air di pemandian lebih sering. Pergeseran ini mencerminkan evolusi infrastruktur dan kesadaran akan kebersihan di kekaisaran Romawi. Penelitian lebih lanjut, termasuk analisis DNA pada endapan karbonat, diharapkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang material biologis yang beredar dalam sistem pemandian ini. Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya melihat sejarah tidak hanya dari narasi yang dominan tetapi juga melalui bukti fisik yang spesifik, mengungkap sisi lain dari peradaban kuno yang seringkali diromantisasi.